Akudankotaku | Aku dan Kotaku | JAKARTA
15497
single,single-post,postid-15497,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,vertical_menu_enabled,qode-title-hidden,side_area_uncovered_from_content,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-7.5,wpb-js-composer js-comp-ver-4.5.3,vc_responsive
cover

Aku dan Kotaku | JAKARTA

Saat ini bisa dikatakan anak muda di belahan dunia manapun dapat mendengarkan musik atau menonton film yang sama dan saling berkomunikasi tanpa henti lewat Facebook atau media sosial lainnya.

Namun, kehidupan sehari-hari tidak sesederhana dan seidentik itu.
 Setiap orang hidup dalam lingkungan yang khas, yang akhirnya membentuk tatanan nilai dan pendapat yang berbeda-beda. Dunia dalam kacamata keseharian pemuda di satu tempat tidak sama dengan dunia bagi pemuda lain di tempat lain.

Jika kita ditanya mengapa kita mencintai atau menghargai satu tempat tertentu, begitu banyak alasan dapat kita kemukakan. Alasan-alasan itu bisa kita sampaikan melalui kata atau melalui foto. Sebuah foto dapat menjadi gambaran yang membuat orang lain di luar lingkungan kita mengerti bagaimana kita menjalani kehidupan dan memandang dunia.

Oleh karena itu Goethe-Institut Indonesien dan PannaFoto Institute mengundang pelajar dan mahasiswa Indonesia yang berumur 15-18 tahun untuk mengirimkan foto mengenai tempat kecintaan kalian di Indonesia kepada kami. Foto yang dikirimkan harus dapat mewakili suasana dan keunikan tempat yang dimaksud.

 

DEWAN JURI

  • Edy Purnomo (Fotografer dan pengajar fotografi)
  • Lasti Kurnia (Pewarta Foto Harian Kompas)
  • Mast Irham (Fotografer European Pressphoto Agency /EPA)
  • Rizki Lazuardi (Goethe-Institut Indonesien)
  • Audrey G. Titaley (Guru Bahasa Jerman)

 

PEMENANG LOMBA

Setelah melalui proses penjurian yang dilakukan secara tertutup oleh Dewan Juri pada tanggal 20 Desember 2013, diikuti pemilihan secara online di Facebook Goethe Indonesian dari 20 Desember 2013 hingga 5 Januari 2014, sepuluh Pemenang Lomba Foto “Aku dan Kotaku” adalah:

  1. Ahmad Azmy Amiq, 17 tahun,  Jombang
  2. Eko Ridho Dinarto, 17 tahun, Mataram
  3. Fifi Theresiana, 15 tahun, Semarang
  4. Indah Purwati, 18 tahun, Pemalang
  5. Kiki Fitriyani, 16 tahun, Situbondo
  6. Pasha Aditia Febrian, 18 tahun, Jakarta
  7. Reny Fharina, 17 tahun, Takengon, Aceh
  8. Timotius Siahaan, 15 tahun, Balige, Sumatra Utara
  9. Vidyandini Agivonia, 17 tahun, Jakarta.
  10. Windi Arihta Br Ginting, 17 tahun, Tapanuli Utara, Sumatera.

 

Mereka mendapatkan kesempatan mengikuti workshop fotografi selama 3 hari di Jakarta bersama para fotografer dan mentor yang berpengalaman (Edy Purnomo, Lasti Kurnia dan Mamuk Ismuntoro). Disela-sela pelatihan mereka mengunjungi Pameran Fotografi “KOTA Tentang Kebangkitan dan Keruntuhan” di Galeri Nasional; bertemu dengan pameris Fanny Oktavianus dan Jörg Brüggemann; melihat-lihat pameran buku foto Jerman-Jepang-Indonesia di Panna. Sebagai penutup mereka mempresentasikan hasil pemotretan selama 3 hari workshop di Jakarta kepada publik, berlangsung 26 Januari 2015 di Goethe-Institute Jakarta.

Terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Semangat dan tetap berkarya!

 

MOMEN PENJURIAN DAN WORKSHOP

No Comments

Post A Comment