Akudankotaku | GEDUNG BIOSKOP YANG BERTAHAN
15653
single,single-post,postid-15653,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,vertical_menu_enabled,qode-title-hidden,side_area_uncovered_from_content,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-7.5,wpb-js-composer js-comp-ver-4.5.3,vc_responsive
Sinema Yang Tersisa | Randy Azhari

GEDUNG BIOSKOP YANG BERTAHAN

Randy Azhari memiliki ketertarikan dan minat yang besar terhadap dunia perfilman. Ia pun memutuskan hijrah ke Jakarta demi mendalami seluk beluk perfilman di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). “Saya baru tahu kalau Bapak Perfilman Indonesia, yaitu Umar Ismail lahir tanggal 20 Maret 1921 di sini,” kata pemuda berambut gondrong ini. Sesuai dengan bidang yang saat ini ditekuni Randy memilih cerita tentang gedung bioskop selama mengikuti workshop “Aku dan Kotaku” dengan mentor Ng Swan Ti.

Gloria, Sovia da Eri adalah gedung bioskop yang dibangun pada zaman Belanda. Kini hanya Eri yang masih bertahan. Gedung bioskop yang terletak di pusat kota ini masih memutar film hingga hari ini. Film-film genre horor menjadi sajian bagi penonton yang kebanyakan datang berpasangan.

No Comments

Post A Comment